Bab 2:Klasifikasi Makhluk Hidup
Sistem Klasifikasi:
Suatu sistem yang dapat memudahkan kita mempelajari dan mengenali makhluk hidup
Taksonomi:
Cabang ilmu biologi yang mengkaji pengelompokan makhluk hidup
Carolus Linnaeus, abad ke-18
Mempelopori klasifikasi pertama kali. Prinsip klasifikasi yang digunakan adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri dan pemberian nama dengan sistem tata nama ganda.
Proses klasifikasi
- Klasifikasi sistem alami
Pengelompokan berdasarkan cirri morfologi, anatomi, fisiologi
- Klasifikasi sistem filogeni
Pengelompokan yang memperhatikan sejarah evolusi
- Klasifikasi sistem buatan
Pengelompokan berdasarkan cirri morfolagi uang mudah dilihat
Sistem Tata Nama Makhluk Hidup
- Nama spesies harus menggunakan bahasa Latin/ yang dilatinkan
- Terdiri dari 2 kata (binomial):
o Kata pertama= nama genus
o Kata kedua = penunjuk spesies ( nama spesifik)
- Huruf pertama pada nama genus ditulis menggunakan huruf besar. Sedangkan huruf pertama pada nama spesies ditulis menggunakan huruf kecil
- Nama genus dan penunjuk spesies masing-masing ditulis miring/ diberi garis bawah secara terpisah
- Nama penemu/ singkatannya boleh dicantumkan dibelakang nama spesies yang ditemukannya
Manfaat Mempelajari Klasifikasi
- Memberi manfaat bagi orang yang ingin mengetahui keanekaragaman hayati
- Mengenal berbagai spesies makhluk hidup
- Praktis mempelajari klasifikasi
- Klasifikasi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia
Beberapa Alternatif Sistem Klasifikasi
- Sistem 2 Kingdom
o Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Ciri–ciri :
· tidak memiliki dinding sel
· tidak berklorofil
· mampu bergerak bebas.
o Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Ciri–ciri :
· memiliki dinding sel
· berklorofil
· mampu berfotosintesis
Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia yaitu Carolus Linnaeus tahun 1735.
- Sistem 3 Kingdom
o Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Ciri :
· Heterotrof
· eukariot
· multiseluler
o Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Ciri :
· Autotrof
· Eukariot
· Multiseluler
o Kingdom Protista (Organisme bersel satu atau uniseluler dan organisme multiseluler sederhana).
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman (Ernst Haeckel) tahun 1866.
- Sistem 4 Kingdom
o Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
o Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
o Kingdom Protista
o Kingdom Monera
ciri-ciri:
memiliki inti tanpa membran inti (prokariotik)
Sistem Ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Herbert Copeland) tahun 1956.
- Sistem 5 Kingdom

o Kingdom Monera
o Kingdom Protista
o Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
Ciri :
· Eukariotik
· Heterotrof
· tidak berklorofil
· dinding sel dari zat kitin.
o Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
o Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Robert H. Whittaker) tahun 1969.
- Sistem 6 Kingdom
Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologi bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudian disebut Eubacteria.
- 

Identifikasi atau Determinasi
Identifikasi (Determinasi) ciri-ciri khas hewan/ tumbuhan:
Menentukan nama hewan / tumbuhan dengan benar dan menempatkannya di dalam sistem klasifikasi hewan dan tumbuhan
Langkah-langkah:
- Mempelajari tumbuhan/hewan itu sebaik-baiknya
- Mencoba membandingkan/ menyamakan ciri-ciri tumbuhan yang dimaksud dengan ciri-ciri tumbuhan/hewan lain yang sudah dikenal identitasnya
Kunci Identifikasi
Kunci Identifikasi:
Cara yang paling sering digunakan untuk mengidentifikasi tumbuhan maupun hewan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki specimen acuan.
Kunci dikotom:
· Kunci identifikasi dengan menelusuri jalur yang ditetapkan oleh keputusan beraturan dengan setiap pilihannya adalah biner ( karena hanya ada 2 alternatif)
· Kunci dikotom terdiri dari sederetan bait/ kuplet yang diberi nomor dan setiap bait terdiri dari 2 baris yang disebut penuntun yang berisi ciri-ciri yang bertentangan 1 dengan lainnya dan ditandai dengan huruf. Ciri-ciri tersebut disusun sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah pemakai kunci identifikasi memilih 1 di antara 2/ beberapa sifat yang bertentangan, dan seterusnya. Akhirnya akan diperoleh suatu jawaban berupa identitas tumbuhan/ hewan yang diinginkan
Sumber : http://fancybiologger.blogspot.co.id/p/bab-2.html
Sumber : http://fancybiologger.blogspot.co.id/p/bab-2.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar